Pembredelan Pers di Indonesia: Kasus Koran Indonesia Raya, Ignatius Haryanto

Judul/Title: Pembredelan Pers di Indonesia, Kasus Koran Indonesia Raya
Penulis/Author: Ignatius Haryanto
Penerbit/Publisher: Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP)
Edisi/Edition: 1988
Halaman/Pages: 276
Dimensi/Dimension: 11.5 x 17.5 x 1cm
Sampul/Cover: Paperback
Bahasa/Language: Indonesia
Kondisi/Condition: Baru
Harga/Price: Rp. 30.000,-
Call No.: 071/Har/p
Lokasi/Location: Jakarta
Status: Ada/Available

***
Lebih dari 20 tahun lalu, sejumlah pers ditutup setelah terjadinya peristiwa 15 Januari 1974 (Malari). Koran Indonesia Raya adalah salah satu korbannya. Bagi koran yang dipimpin oleh Muchtar Lubis ini bukan pertama kalinya ia mengalami pembredelan, tetapi yang terakhir ini justru yang membuat koran tersebut mati selama-lamanya. Koran yang dikenal kritis, anti korupsi, anti penyelewengan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat bawah. Apa dan bagaimana sebenarnya yang terjadi dalam periode awal orde baru tersebut? Bagaimana sebenarnya posisi koran Indonesia Raya saat itu? Pemberitaan seperti apa yang membuat koran ini terpaksa ditutup selama-lamanya? Serta bagaimana proses pembredelan itu sendiri terjadi?

Pelajaran yang dapat ditarik dari kasus Indonesia Raya tahun 1974, atau Tempo dan kawan-kawan tahun 1994 tetap sama. Tanpa adanya negara hukum, yang didalamnya setiap warga negara dari yang lemah hingga yang kuat dan diharuskannya mereka mentaati "rule of law", akan berulang terus proses pengulangan sejarah pembredelan pers Indonesia.
Dr. David T. Hill [Murdoch University]

Komentar

Postingan Populer